CCM TV https://www.ccmtv.ga/2019/06/sarjana-kok-cuma-jadi-ibu-rumah-tangga.html

"Sarjana" Kok Cuma Jadi Ibu Rumah Tangga?


Wahai para wanita renungkanlah hal ini

Menikah seakan menjadi penghambat mimpi kaum wanita untuk meraih impiannya, seakan menikah itu hanya akan bisa membuat dirinya menjadi ibu rumah tangga, dan cercaan tetangga yang semakin membuat drop para wanita. Coba renungkanlah hal ini

Hingga kini masih banyak yang bilang menunda-nunda nikah dengan alasan, nikah jadi penghambat mimpi para wanita. Sehingga, tak jarang muncul komentar:

“Siapa suruh nikah dulu, jadi nggak bisa kerja, nggak bisa ngelanjutin kuliah, cuma jadi ibu rumah tangga padahal sudah sarjana.”

Bener atau tidak?

Apakah salah perempuan dengan pendidikan yang tinggi pada akhirnya memilih fulltime jadi ibu rumah tangga? Menurut saya tidak. Yang membuatnya merasa tabu adalah konsep pendidikan formal yang selama ini belum diresapi dengan bijak.


Pendidikan tinggi identik dengan karir yang elite. Padahal kuliah adalah satu cara menuntut ilmu guna menunjang tugas-tugas besar di masa depan.

Bukan sekedar demi profesi, tapi menjadi ibu yang menginspirasi. TIDAK HANYA MENCETAK PRESTASI, TAPI JUGA MENCETAK HEBATNYA GENERASI.

Menjadi ibu adalah tugas yang tak bisa diremehkan. Itulah kenapa Islam sangat memuliakan posisi ibu sedemikian tinggi.

Ada cerita, seorang lelaki dengan tulus menggendong ibunya yang lumpuh. Ia memandikan, menyuapi makan, menyucikan dari hadas. Ia ikhlas melakukan itu semua demi bakti seorang anak kepada ibunya.



Share this post:

Reactions:
0 Comments

Please read our Comment Policy before commenting. ??

Subscribe to our newsletter

Notification